Minggu, 16 September 2012

Foto Paspor Bayi Kocak

Beredar, Foto Paspor Bayi Paling Kocak Sedunia...!!!

img

Foto paspor bayi yang beredar di situs Reddit (dok. Reddit/ news.com.au)

Jakarta - Memfoto bayi untuk pembuatan paspor, susahnya bukan main. Seringkali mereka menangis, melihat sana-sini, dan tak mau diam di kursinya. Hasilnya seperti ini, foto paspor bayi paling kocak yang bikin heboh di dunia maya!

Meminta seorang bayi mungil untuk difoto paspor adalah tugas yang berat untuk orang tua. Sangat sulit membuat bayi yang polos itu fokus melihat ke kamera. Berpose layaknya orang dewasa saat difoto hampir mustahil untuk dilakukan. Seringkali bayi tak bisa diam, harus ada sesuatu mungkin boneka kesayangan atau orang tuanya sendiri yang "bermain" di belakang kamera.

Foto ini adalah salah satu buktinya. Beberapa hari lalu muncul sebuah foto yang membuat banyak orang tertawa. Foto paspor bayi berumur 5 bulan ini tersebar lewat media sosial Reddit. Terlihat, sang bayi berpipi gembil itu tampak seperti orang yang sedang mabuk. Sebelah matanya menutup dan mulutnya menganga. Tentunya ini tak disengaja, mungkin karena ia mengantuk.

Melansir situs news.com.au, Senin (17/9/2012), foto ini telah diklik sebanyak 1 juta kali sejak diunggah 4 hari yang lalu. Tak sebatas itu, foto bayi ini bahkan sempat diedit menggunakan Photoshop dan digabungkan dengan gambar Led Zeplin!

Ada 650 komentar yang salah satunya, "Ia tidak memilih kehidupan seperti preman, kehidupan keras seperti itulah yang memilihnya!"

Selain mengundang tawa, foto ini juga menimbulkan pertanyaan seperti, "Mengapa tidak diulangi saja fotonya?" dan sebagainya. Ya, mari berharap agar si bayi ini lolos dalam pemeriksaan petugas imigrasi di bandara.

Jumat, 07 September 2012

TIPS PENGGUNA INSTAGRAM

5 TIPS PENGGUNA INSTAGRAM


Foto Instagram (GeekSugar)
Jakarta - Dengan berbekal kamera ponsel di tangan dan aplikasi Instagram di dalamnya, siapapun bisa bebas berkreasi dalam aktivitas memotret obyek yang diinginkan.

Namun, jika menginginkan hasil bidikan menarik dan tidak terkesan 'asal jepret', tentunya dibutuhkan sejumlah kiat memotret. Ingin tahu apa saja kiat yang dimaksud?

Beberapa Instagrammer yang dipilih GeekSugar berikut tak segan-segan membagi ilmunya pada mereka yang ingin lebih serius mendalami kegiatan memotret dengan Instagram.

1. Pakai Lensa Tambahan

Lensa tambahan menjadi 'senjata' pengguna Instagram dengan nama Moniqua ini. Lensa yang dipasangkan di piranti iPhone, membantunya mendapatkan detail sekecil apapun dari obyek yang dibidik.



Tak hanya lensa, posisi memotret juga tak kalah penting. Misalnya untuk mendapatkan foto buah blueberrynya ini.

"Saat aku mengambil foto makro, aku selalu memakai aplikasi dasar kamera karena cepat dan sederhana. Namun untuk mendapatkan bidikan makro yang sempurna, aku harus berada di posisi yang tak normal. Dalam kasus ini, posisiku sangat dekat dengan blueberry sampai-sampai lensaku menyentuh air. Memang hal ini tidak nyaman, tapi sebagai gantinya aku mendapatkan bidikan yang sempurna," ujarnya.

2. Underexpose dan Pakai Beberapa Filter

Foto yang overexposure kerap menghilangkan detail yang kita inginkan di foto, seperti saat memotret langit cerah, namun malah tidak mendapatkan foto bentuk awan.

Kamera di ponsel memiliki keterbatasan, salah satunya untuk kasus ini. Akan tetapi tak perlu khawatir, karena Chrisozer memiliki jalan keluarnya.



"Aku malah sengaja mengambil gambar yang underexposed, karena jika tidak, elemen seperti awan akan 'lewat'. Untuk melakukan underexpose, cukup lakukan tap dan tahan di bagian area yang cerah, di mana hal ini akan mengunci fokus dan exposure. Kamu lantas akan bebas mengatur bidikan tanpa harus cemas piranti berpindah ke exposure yang tidak diinginkan," lanjutnya.

Untuk menghasilkan foto di atas, Chrisozer memakai lebih dari satu aplikasi yakni Snapseed, Camera+, PhotoForge2 dan Instagram.

3. Jangan Puas dengan 1 Bidikan

Sebagian besar iPhoneographer mengambil beberapa bidikan dengan pirantinya dan baru menguploadnya ke Instagram belakangan. Salah satunya adalah Takinyerphoto.

Ia mengatakan," Rata-rata, aku mengambil 30-50 bidikan dalam sehari namun aku hanya memposting 4 atau 5 bidikan ke Instagram. Tak semua obyek yang kita bidik menghasilkan foto yang bagus, terutama bagi pemula. Namun dengan latihan dan kesabaran, kamu akan menemukan stylemu sendiri," ujarnya seperti dikutip detikINET dari GeekSugar, Rabu (5/9/2012).

4. Melakukan Komposisi

Bagi pengguna Instagram yang memakai nama danhole ini, komposisi itu sangat penting. "Aku sangat menghargai komposisi, dan saranku untuk kalian adalah memberikan perhatian lebih pada aturan rule of thirds," ujarnya.

5. Self Portrait

Dengan semua filter yang disajikan Instagram, semua pengguna bisa menghasilkan foto-foto menawan, termasuk self portrait. Tentunya, self portrait yang dibahas di sini memakai angle yang menarik.



Bagi IGer safesolvent, ia lebih suka melakukan self portrait dari jarak jauh sehingga fotonya tidak bisa dibilang 'biasa'. Caranya? Selain melakukan pengaturan komposisi, ia juga memakai fitur timer delay milik Camera+ sebelum mempostingnya ke Instagram. Lihat saja hasilnya di atas.


SEJARAH : PERTEMPURAN 5 HARI DI SEMARANG

Pertempuran 5 Hari atau Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah serangkaian pertempuran antara rakyat Indonesia di Semarang melawan Tentara Jepang. Pertempuran ini adalah perlawanan terhebat rakyat Indonesia terhadap Jepang pada masa transisi (bedakan dengan Peristiwa 10 November - perlawanan terhebat rakyat Indonesia dalam melawan sekutu dan Belanda).

Pertempuran dimulai pada tanggal 15 Oktober 1945 (walau kenyataannya suasana sudah mulai memanas sebelumnya) dan berakhir tanggal 20 Oktober 1945.
Masuknya Tentara Jepang ke Indonesia

Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang.
[sunting]
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan tokoh-tokohnya

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Mengenai pertempuran lima hari di Semarang ini, ada beberapa tokoh yang terlbat adalah sbb : [1.] dr. Kariadi dr. Kariadi adalah dokter yang akan mengecek cadangan air minum di daerah Candi yang kabarnya telah diracuni oleh Jepang. Beliau juga merupakan Kepala Laboratorium Dinas Pusat Purusara. [2.] Mr. Wongsonegoro Gubernur Jawa Tengah yang sempat ditahan oleh Jepang. [3.] Dr. Sukaryo dan Sudanco Mirza Sidharta tokoh Indonesia yang ditangkap oleh Jepang betrsama Mr. Wongsonegoro. [4.] Mayor Kido Pimpinan Batalion Kido Butai yang berpusat di Jatingaleh. [5.] drg. Soenarti istri dr. kariadi [6.] Kasman Singodimejo perwakilan perundingan gencatan senjata dari Indonesia. [7.] Jenderal Nakamura Jenderal yang ditangkap oleh TKR di Magelang
[sunting]
Perjuangan Pemuda Semarang

Berita Proklamasi dari Jakarta akhirnya sampai ke Semarang. Seperti kota-kota lain, di Semarang pun rakyat khususnya pemuda berusaha untuk melucuti senjata Tentara Jepang Kidobutai yang bermarkas di Jatingaleh. Pada tanggal 13 Oktober, suasana semakin mencekam, Tentara Jepang semakin terdesak. Tanggal 14 Oktober, Mayor Kido menolak penyerahan senjata sama sekali. Para pemuda pun marah dan rakyat mulai bergerak sendiri-sendiri. Aula Rumah Sakit Purusara dijadikan markas perjuangan. Para pemuda rumah sakit pun tidak tinggal diam dan ikut aktif dalam upaya menghadapi Jepang. Sementara itu taktik perjuangan pemuda menggunakan taktik gerilya.
[sunting]
Sumber Air Minum Diracuni

Setelah pernyataan Mayor Kido, Pada Minggu, 14 Oktober 1945, pukul 6.30 WIB, pemuda-pemuda rumah sakit mendapat instruksi untuk mencegat dan memeriksa mobil Jepang yang lewat di depan RS Purusara. Mereka menyita sedan milik Kempetai dan merampas senjata mereka. Sore harinya, para pemuda ikut aktif mencari tentara Jepang dan kemudian menjebloskannya ke Penjara Bulu. Sekitar pukul 18.00 WIB, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga Kota Semarang Reservoir Siranda di Candilama. Kedelapan anggota Polisi Istimewa itu disiksa dan dibawa ke markas Kidobutai di Jatingaleh. Sore itu tersiar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam reservoir itu. Rakyat pun menjadi gelisah.
[sunting]
Dr. Kariadi Terbunuh

Selepas Magrib, ada telepon dari pimpinan Rumah Sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Purusara segera memeriksa Reservoir Siranda karena berita Jepang menebarkan racun itu. Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memutuskan harus segera pergi ke sana. Suasana sangat berbahaya karena tentara Jepang telah melakukan serangan di beberapa tempat termasuk di jalan menuju ke Reservoir Siranda. Isteri dr. Kariadi, drg. Soenarti mencoba mencegah suaminya pergi mengingat keadaan yang sangat genting itu. Namun dr. Kariadi berpendapat lain, ia harus menyelidiki kebenaran desas-desus itu karena menyangkut nyawa ribuan warga Semarang. Akhirnya drg. Soenarti tidak bisa berbuat apa-apa. Ternyata dalam perjalanan menuju Reservoir Siranda itu, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat tentara Jepang di Jalan Pandanaran. Bersama tentara pelajar yang menyopiri mobil yang ditumpanginya, dr. Kariadi ditembak secara keji. Ia sempat dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB. Ketika tiba di kamar bedah, keadaan dr. Kariadi sudah sangat gawat. Nyawa dokter muda itu tidak dapat diselamatkan. Ia gugur dalam usia 40 tahun satu bulan.

Kejadian ini merupakan penyulut utama Perang Lima Hari di Semarang.
[sunting]
Kronologis

Sekitar pukul 3.00 WIB, 15 Oktober 1945, Mayor Kido memerintahkan sekitar 1.000 tentaranya untuk melakukan penyerangan ke pusat Kota Semarang. Sementara itu, berita gugurnya dr. Kariadi yang dengan cepat tersebar, menyulut kemarahan warga Semarang. Hari berikutnya, pertempuran meluas ke berbagai penjuru kota. Korban berjatuhan di mana-mana. Pada 17 Oktober 1945, tentara Jepang meminta gencatan senjata, namun diam-diam mereka melakukan serangan ke berbagai kampung. Pada 19 Oktober 1945, pertempuran terus terjadi di berbagai penjuru Kota Semarang. Pertempuran ini berlangsung lima hari dan memakan korban 2.000 orang Indonesia dan 850 orang Jepang. Di antara yang gugur, termasuk dr. Kariadi dan delapan karyawan RS Purusara.

Berdasarkan kejadiannya, kronologis pertempuran lima hari di Semarang dapat dijabarkan sebagai berikut : [a.] 7 oktober : pemuda Semarang berusaha melucuti senjata Tentara Jepang di Jatingaleh. Sementara di saat yang sama, pimpinan Jepang dan pemuda berunding mengenai penyerahan senjata. [b.] 13 oktober : suasana semakin menegang dan Jepang semakin terdesak. [c.] 14 oktober : Mayor Kido menolak penyerahan senjata. Pukul 06.30, Aula RS Purusara dijadikan markas perjuangan dan pemuda mencegat serta memeriksa mobil Jepang yang lewat. Mereka juga menyita sedan milik Kampetai. Sore harinya, pemuda menjebloskan Tentara Jepang ke Penjara Bulu namun pukul 18.00 Jepang melancarkan serangan mendadak kepada delapan polisi istimewa yang menjaga Resevoir Siranda di Candi. Kedelapan Polisi itu disiksa dan sore itu juga tersiatr kabar kalau Jepang menebar racun dalam reservoir tersebut. Selepas Maghrib, dr. Kariadi memutuskan untuk segera memeriksa reservoir itu namun istrinya, drg. Sonarti, mencoba mencegahnya karena ia berpendapat bahwa suasana sedang sangat berbahaya namun tidak berhasil. Sayangnya, dalam perjalanan dr. Kariadi dan beberapa tentara pelajar, mereka ditembak secara keji. Dr. kariadi sempat dibawa ke rumah sakit sekitar namun tidak dapat diselamatkan. Selain kejadian di atas, pada hari itu juga terjadi pemberontakan 4.000 tentara Jepang di Cepiring. [d.] 15 oktober: pukul 03.00, Mayor Kido menyuruh 1.000 tentara untuk melakukan penyerangan ke pusat kota mendengar berita penangjkapann Jenderal Nakamura dan berita gugurnya dr. Kariadi menyulut kemarahan warga Semarang. Di Semarang juga terjadi penangkapan Mr. Wongsonegoro, Dr. Sukaryo, dan Sudanco Mirza Sidharta. [e.] 16 oktober : pertempuran terus berlanjut [f.] 17 oktober : Jepang berunding dengan Mr. Wongsonegoro [g.] 18 oktober : Ada perundingan gencatan senjata oleh KAsman Singodimejo dan Jenderal Nakamura. Dalam perundingan ini, Jepang ingin agar senjata yang direbut segera dikembalikan bila tidak Jepang akan meloakukan pengeboman pada tanggal 19 oktober 1945 pukul 10.00. [h.] 19 oktober : Pukul 07.45, kedatangan Sekutu di pelabuhan Semarang dengan kapal HMS Glenry mempercepat perdamaian antara Jepang dan rakyat sehingga perang berakhir.
[sunting]
Peringatan

Untuk memperingati Pertempuran 5 Hari di Semarang, dibangun Tugu Muda sebagai monumen peringatan. Tugu Muda ini dibangun pada tanggal 10 November 1950. Diresmikan oleh presiden Ir. Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Bangunan ini terletak di kawasan yang banyak merekam peristiwa penting selama lima hari pertempuran di Semarang, yaitu di Jl. Pemuda, Jl. Imam Bonjol, Jl. Dr. Sutomo, dan Jl. Pandanaran dengan lawang sewu. Selain pembangunan Tugu Muda, Nama dr. Kariadi diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit di Semarang.

SEKILAS SEMARANG

DIBANGUN SEBAGAI PENGHARGAAN PERWUJUDAN HEROIK WARGA SEMARANG DALAM MELAWAN PENJAJAH JEPANG

Tugumuda adalah landmark kota Semarang. Bagi warga Semarang yang berdomisili di Semarang maupun yang telah menyebar keseantero dunia pasti akan teringat dan tekenag kotanya bila mendengar kata Tugumuda.

Meskipun di Semarang banyak lokasi yang indah dan strategis seperti Simpang lima yang menjadi jantung kota, Gombel Indah sebagai lokasi melihat pemandangan kota bawah, pantai dan pelabuhan maupun lokasi lain, Tugumuda tetap menjadi ikon atau landmark yang terus dan akan dikenal oleh warganya maupun warga kota lain yang pernah berkunjung di Semarang.

Tugumuda bukan hanya sekedar batu hitam yang menjulang kelangit atau tugu penghias bundaran taman. Namun bagi kota warga Semarang tugu ini merupakan simbol dan kenangan getirnya warga Semarang dalam mempertahankan arti kata Merdeka. Tugumuda adalah monument yang dibangun sebagai perwujudan heroik warga Semarang khususnya pemuda pemudi dalam melawan penjajah Jepang pada tanggal 14 – 19 Oktober 1945. Berkobarnya perang selama lima hari tersebut, entah sudah berapa nyawa yang melayang. Sebagai wujud penghormatan bagi para pejuang, hingga saat ini pemerintah kota Semarang selalu mengenangnya dan memperingatinya dengan sebutan ”Pertempuran Lima Hari di Semarang”.

Tugumuda berlokasi di tengah jantung Semarang. Lokasi yang sangat strategis karena dikelilingi oleh beberapa bangunan yang sangat prestisius. Wisma Perdamaian yang menjadi dalemnya Gubernur Jawa Tengah tepat berada barat. Kantor Administrasi Walikota Semarang juga tepat di utaranya, Musium manggala Bhakti berlokasi di sebelah utara. Sedang Balaikota Semarang hanya dua ratus meter sebelah utara Tugumuda. Tugumuda dikelilingi oleh taman rindang ini merupakan poros pertemuan antara Jl. Mgr. Soegijopranoto, Jl. Dr. Soetomo, Jl. Pandanaran, Jl. Pemuda dan Jl. Imam Bonjol.

Pembangunan Tugumuda yang ada pada lokasi saat ini peletakan batu pertamanya oleh Gubernur Jawa Tengah Boediono pada tangal 10 Nopember 1951. Sedang peresmiannya oleh Presiden RI Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Pembangunan Tugumuda sendiri dimulai dari dibentuknya panitia Tugu Muda oleh Walikota hadi Soebeno pada tahun 1951.Tugumuda didesain oleh Salim, relief pada kaki tugu monument dikerjakan oleh para seniman yang dikomandoi oleh Hendro. Karena merupakan perwujudan perjuangan warga kota Semarang dalam melawan tentara Jepang. Tugumuda didesain berbentuk lilin dengan penampang segilima dengan bentuk api diatasnya. Lilin merupakan lambing api perjuangan yang terus menyala. Sedang relief pada kaki tugumuda menggambarkan heroiknya perjuangan warga Semarang dalam perang melawan tentara penjajah. Disekeliling tugu terdapat kolam yang terdapat air mancur. Sedang taman dan lampu warna warni menghias seputar taman dengan tanaman hijau dan rumput yang sangat indah, asri dan terawatt.

Pada awal tahun 1990 taman sebeleh barat Tugu yang berhadapan langsung dengan Wisma Perdamaian yang merupakan rumah dinas Gubernur jawa tengah pernah diletakkan patung dua ekor sapi dan induk ayam dan beberapa anaknya yang sedang mencari makan . Patung-patung tersebut setiap sore dijadikan warga Semarang untuk rekreasi warga Semarang dengan mengajak anak-anaknya untuk naik diatas punggung sapi. Maka alur lalulintas diseputar tugumuda menjadi tersendat. Selain mengurangi arti makna Tugumuda sebagai symbol perwujudan perjuangan ternyata patung-patung tersebut mengganggu keindahan dan lalulintas. Maka protespun bermunculan yang dialamatkan pada dinas pengelola taman. Akhirnya patung-patung tersebut dipindahkan dari lokasi Tugumuda.

Saat ini tugumuda terlihat gagah menjulang, taman asri dengan tanaman yang rindang. Dimalam hari akan terlihat indah dengan sinar aneka warna yang bertaburan. Anda tertarik ……silahkan datang sekaligus dapat belanja oleh-oleh khas Semarang berupa Bandeng Presto, Wingko babat, Moci dan lain-lain yang berlokasi hanya empat ratus meter dari Tugumuda tepatnya di Jl. Pandanaran.



sumbernya..... cek this :
http://semarangnews.wordpress.com/20...kota-semarang/

SEKILAS INFO

Menyikapi Bahaya Minuman "Bubble Drink"

Semestinya tak perlu bahan kimia berbahaya. Konsumsi yang lulus uji.

Dari Taiwan,
Dari Taiwan, "bubble drink" menjelajah dunia.  

VIVANEWS - Mendengar hasil penelitian University Hospital Aachen Jerman mungkin membuat kita tak lagi tergoda segarnya bubble tea atau bubble drink. Bola-bola kenyal yang menjadi daya pikat minuman itu dikata mengandung senyawa kimia pemicu kanker.

Tak hanya senyawa karsinogen biphenyls aspolychlorinated atau PCB, materi kimia berbahaya lainnya juga terkandung: styrene, acetophenone, dan brominated. "Semua bahan itu seharusnya tak ada dalam makanan," kata peneliti, Manfred Moller, kepada koran Jerman, The Local.

PCB terbukti menimbulkan efek merugikan bagi kesehatan. Menjadi biang keladi pertumbuhan sel-sel kanker, gangguan sistem kekebalan tubuh, gangguan sistem reproduksi, kerusakan sistem saraf, dan kekacauan sistem endokrin.

Styrene tak kalah membahayakan. Senyawa kimia yang banyak dimanfaatkan untuk bahan baku karet sintetis, stereofoam, pelapis kertas, dan plastik ini terbukti menyimpan efek karsinogen dan racun yang memicu gangguan pada ginjal, sistem pencernaan, dan saluran pernapasan.

Acetophenone yang merupakan senyawa aromatik keton inipun memiliki efek serupa. Hasil riset ahli gizi holistik, Michelle Schoffro, menyebut senyawa kimia tersebut berpotensi memicu kanker, kerusakan pembuluh darah, dan gangguan saraf otak jika terhirup.

Sementara efek brominated tak separah tiga senyawa kimia lain. Bahan aditif yang banyak digunakan dalam produk minuman ringan ini rentan memicu gangguan kesehatan seperti tremor, hilangnya memori, dan sakit kepala. Itu terjadi ketika asupan melebihi batas.

Efek lain yang menjadi sorotan dalam penelitian itu adalah risiko tersedak. Terutama di kalangan anak-anak. Menghisapnya melalui sedotan besar, bola-bola kenyal itu rentan masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru.

Atas semua itu, otoritas kesehatan Jerman mulai memperingatkan masyarakat untuk menghindari produk minuman tersebut.

Perlukah kita cemas?

Menyimpan kekhawatiran atas informasi tersebut jelas wajar. Mengingat bubble tea atau bubble drink cukup populer di negara kita. Minuman asal Taiwan itu begitu mudah kita jumpai di kedai-kedai minuman. Mulai dari kelas kaki lima hingga level mewah di pusat-pusat perbelanjaan.

Nuri Andarwulan, pakar pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan bahwa bola-bola kenyal dalam bubble drink sebenarnya bukan jenis makanan yang memerlukan tambahan bahan kimia berbahaya. Membuatnya cukup dengan campuran senyawa pangan aman seperti alginate dan kalsium.

Melihat bahan kimia berbahaya yang terdeteksi, ia menduga hasil penelitian itu muncul akibat sampel yang terkontaminasi. "Bisa jadi bahan bakunya tercemar bahan lain atau terkontaminasi dari peralatan plastik selama proses pembuatan," ujar Nuri kepada VIVAnews.
Chef Ragil juga memiliki pemikiran sama. Pembuatan bola-bola kenyal dalam minuman modern itu sangat praktis tanpa perlu campuran bahan kimia berbahaya. Ia biasa mengolahnya dari tepung tapioka berpadu pewarna buatan. Persis seperti resep yang tertulis di laman komunitas pecinta masak Natural Cooking Club.

Namun, koki yang menempuh pendidikan di Food Production di STIP Bandung itu tak memungkiri munculnya bubble siap saji di pasaran. Ini membutuhkan kecermatan kita untuk memilih. "Produk kemasan kan biasanya ada yang tetap memakai bahan natural, ada yang kimia," ujarnya.

Di tengah dilema ini, Nuri mengajak masyarakat tetap waspada memilih produk makanan. Jika membeli produk kemasan, yang paling mudah dilakukan adalah memerhatikan penanda sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Depatemen Kesehatan.(np)